Rabu, 19 Januari 2011

Segitiga Cinta

Artikel ini bagus banget untuk jadi bahan renungan setiap orang....
Apa pun status Anda saat ini.... menikah, cerai, belum menikah, ingin menikah, pacaran menuju pernikahan, dan apa pun itu deh....

Segitiga Cinta
Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.

Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi.
Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan.
Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Dr. Paul Gunadi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.
Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak /isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya.
Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.

Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai "triangular love" atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi : Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuat keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut "until death do us apart".

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuah relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :

Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo.

Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila) .

Nah, bagaimana bentuk cinta anda... ???
============================================

Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 1. Hal. 204-206. ISBN 978-6028-686-938.

Info buku, silakan klik link (tautan) di bawah ini:
http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465

Selasa, 15 September 2009

Hai sobat, selamat berjumpa kembali di blog ini...
Saya punya satu pertanyaan untuk Anda.. Apa alat tulis yang Anda gunakan waktu masih bersekolah dulu? Apakah buku dan pulpen? Kalau ya, mungkin kisah di bawah ini bisa membuat kita lebih bersyukur akan apa yang kita terima..

Bulan Nopember 2008 yang lalu, saya mendapat tugas dari NGO tempat saya bekerja untuk mengikuti rapat di Bangladesh. Saya tidak menjumpai apapun yang spesial di sana, sebelum saya melakukan peninjauan, meskipun memang kalau dilihat sekilas, tingkat kesejahteraan rakta Bangladesh masih beberapa lefel di bawah Indonesia.

Yang membuat saya trenyuh adalah, pada saat peserta rapat di ajak untuk berkeliling apda tempat-tempat kegiatan NGO tuan rumah rapat. Salah satu tempat tersebut adalah Sekolah informal yang didirikan oleh didirikan oleh TSDS (Thanapara Swallow Development Society-tuan rumah rapat) dengan cara menyewa sebuah bangunan dari seseorang.

Bangunan ‘sekolah’ itu berdinding kayu ‘yute’ / rosella yang dilabur dengan tanah liat yang dicampur kotoran sapi. Di Indonesia, mungkin agak sulit untuk menemui gedung sekolah yang dindingnya dibuat dari batang pohon 'yute' (rosela). Bahkan sekolah yang ditampilkan dalam film Laskar Pelangi pun jadi lebih mewah jika dibandingkan dengan sekolah ini. Untuk menutupi celah-celah diantara batang-batang rosela itu, digunakan tanah liat yang dicampur dengan kotoran sapi. Campuran ini kemudian dilulurkan pada dinding kayu rosella ini.

Lantainya? Jangan bayangkan lantai semen apalagi keramik. Lantai sekolah ini dibuat dari campuran tanah liat yang dicampur dengan kotoran sapi, sama dengan dindingnya. Selama proses belajar mengajar, para siswa duduk dilantai beralaskan tikar dengan membentuk huruf U.. Ngenes kan?

Walaupun jika diamati, bangunan tersebut lebih tepat dibilang ‘gubug’, tetapi anak-anak mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah itu dengan penuh semangat.

Murid-murid Sekolah Informal tersebut bernyanyi dan menari untuk menyambut peserta meeting yang mengunjungi mereka. Selain itu, untuk perkenalan anak-anak juga menuliskan nama dan alamat mereka.

Yang membuat saya paling trenyuh adalah alat tulis yang mereka gunakan.Untuk menulis, murid-murid disana memakai pensil dan papan bercat hitam seukuran kurang lebih 2 halaman buku tulis (sabak). Di Indonesia, si sabak ini digunakan pada masa penjajahan dulu, tapi di sini, masih banyak sekolah yang menggunakannya. Memang ada beberapa yang mempunyai uku tulis, tetapi hanya digunakan untuk PR saja.

Untuk menarik minat anak-anak supaya mau bersekolah di tempat tersebut, selain diajarkan pelajaran formal, juga ada pelajaran bernyanyi dan menari. Anak-anak bersekolah di tempat ini selama 3 tahun, dan tidak tertutup kemungkinan bagi mereka untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, setelah mereka lulus dari sekolah itu. Kegiatan belajar-mengajar diselenggarakan selama 6 hari seminggu, dari hari sabtu sampai Kamis, sedangkan hari Jumat libur.

Rabu, 04 Februari 2009

SYUKUR I

1 tesalonika 5 : 18
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu"

Terlahir cacat bukanlah keinginan semua orang. Tetapi itulah yang terjadi padaku, yaitu adanya tumor yang menempel pada mata kiriku.

Sebenarnya, aku tidak tau, sebenarnya aku ini terlahir cacat ataukah tumor itu ada setelah aku lahir, karena ada 2 versi tentang tumor yang menempel dulu menempel di mata itu.

Versi pertama mengatakan bahwa aku terlahir cacat. Menurut mereka, penyebabnya adalah sumpah Bapakku, karena saat aku masih di dalam kandungan, Bapak meragukan statusku, apakah aku ini benar-benar anaknya atau bukan. Hal ini membuat Bapak mengucapkan sumpah, bahwa jika aku terlahir cacat maka aku bukan anaknya, tetapi jika aku terlahir normal, maka aku anaknya.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, ‘dilalah’ aku terlahir cacat. Hal ini membuat Bapak frustasi dan beberapa waktu kemudian beliau memutuskan untuk ikut bertransmigasi ke Bagan Siapi-Api, Banyuasin, Sumatra Selatan. Sejak itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengan Bapak. Aku memang pernah ke Sumatera dengan Ibu, tetapi aku tidak ingat, apakah saat itu aku dan Bapak bertemu atau tidak.

Perjumpaan dengan Bapak yang dapat aku ingat adalah pada saat aku kelas 5 SD. Bapak dating dari Sumatra karena salah satu keponakannya menikah. Pada saat itu, salah seorang adik tiriku dari Smuatra juga datang. Tetapi karena saat itu aku masih kecil dan sudah 5 tahun tinggal di Panti Asuhan, maka pertemuan itu tidak berkesan. Senang tidak, benci juga tidak. Biasa aja.

Pada waktu masih SD, bekas tumor pada mata kiriku tidak mengganggu aktifitasku atau membuatku tidak pede. Tetapi, ceritanya berbeda pada waktu aku sudah memasuki bangku SMP. Maklum, pada waktu SD, teman-temanku adalah anak-anak yang masih polos dan sudah mengenalku dari kelas 1 SD, sehingga mereka terbiasa dengan ke’tidak-normal’anku. Tetapi di SMP, teman-temanku adalah orang-orang yang tidak mengenalku sama sekali sebelumnya. Jadi tidak heran kalau mereka memandangku sebagai sesuatu yang aneh atau pandangan negative lainnya.

Yang paling menyakitkan adalah, jika ada yang melihatku (terutama cewek J ) tetapi kemudian tertawa atau bergunjing dengan temannya sambil sesekali memandang / melirik ke arahku. Kalau hal ini terjadi, aku menjadi merasa sangat terhina. Hal ini kemudian tanpa sadar membentuk karakter yang sensitive dan rendah diri pada diriku, terutama jika berurusan dengan cewek. Sampai sekarang aku masih ogah bertatapan, apalagi beradu pandang dengan cewek, karena merasa malu pada ‘penampakan’ wajahku. Untunglah, masih ada beberapa yang mau menjadi temanku, dengan (mungkin) kompensasi membantu mereka mengerjakan tugas Bahasa Inggris.

Dari SMP N I Cluwak – Pati, aku melanjutkan sekolah ke SMK N I Pati, atau lebih dikenal dengan SMEA Negeri Pati. Disekolah ini, kebanyakan siswanya adalah perempuan, sehingga pada awalnya aku adalah siswa yang kuper, suka menyendiri, dan tidak punya teman. Tetapi, di SMK inilah aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari kakak seniorku di Ambalan Taruna Niaga. Dari dia, aku belajar, bahwa dibalik kekurangan yang aku miliki, di dalamnya ada juga kelebihan, yang jika aku gali dengan baik, dapat aku gunakan untuk menutupi kekuranganku.

Dengan bimbingannya, aku mulai mengasah talenta yang aku miliki, kegemaranku menggambar aku salurkan dengan membuat komik strip di mading sekolah, dan aku juga mulai aktif di kegiatan ekskul lain, seperti OSIS dan kepramukaan. Di OSIS, aku menjadi pengurus, walau hanya sebagai salah seorang seksi. Sementara di Pramuka, saat kelas I aku menjadi Ketua Sangga dan kemudian terpilih menjadi Pradana Ambalan Taruna Niaga.

Pada waktu menjadi Pradana di Ambalan Taruna Niaga SMK N I Pati itulah yang menjadi titik balik dari rasa minder dan tidak percaya diriku. Aku merasa ‘Aku Mampu’ dan ada yang harus aku perjuangkan dengan posisi dan kemampuan yang aku miliki. Salah satunya adalah menciptakan system yang terpadu dalam kegiatan pendidikan kepramukaan di SMK N 1 Pati.

Keinginan ini memacu semangat dan kemudian semangat yang aku miliki ini membuat semakin banyak yang bersimpati. Baik dari kalangan teman-teman, adik kelas, maupun guru. Dan hal ini pula yang membuatku semakin terbuka, semakin bisa bergaul dengan semua orang, dan bahkan mulai ‘nakal’. J

Setelah usaha pencarian, pengarsipan, dan pendokumentasian selama beberapa bulan (± 3 bulan), aku dapat menyusun sebuah Buku Panduan Materi Kepramukaan untuk Ambalan Taruna Niaga. Buku ini membuat namaku semakin dikenal di sekolah, dan berhasil memacu semangat adik-adik kelas untuk mengikuti latihan pramuka di Ambalan Taruna Niaga. Sampai sekarang, setelah 9 tahun, buku ini masih dipakai oleh pengurus Ambalan Taruna Niaga. Aku sangat bersyukur, karena akhirnya aku dapat melakukan sesuatu yang dapat berguna untuk orang banyak, walaupun (sayang sekali) buku panduan tersebut adalah satu-satunya yang aku buat, karena tidak ada kopiannya. Jadi kalau tidak ada inisiatif dari pengurus Ambalan yang sekarang untuk memperbaharui ya mboh sampai kapan buku panduan itu mampu bertahan.

Sukses menyusun buku panduan dan memimpin Ambalan Taruna Niaga membuatku semakin pede dalam menjalani hari-hari. Rasa rendah diri karena cacat dan percaya diri yang kemudian timbul berpadu menjadi satu dan membentuk aku menjadi orang yang ‘tau diri’ Adanya cacat mengingatkan kala ada rasa sombong datang, dan rasa ‘aku mampu’ membuatku kembali pede saat aku merasa rendah diri / malu pada keadaanku.

Tuhan memberiku pelajaran hidup dengan cara yang sangat misterius, dan sangat indah pada akhirnya. Saat ini, aku sudah bias menerima keadaanku yang cacat dan miskin, sehingga harus tinggal di Panti Asuhan, karena keadaan yang cacat dan harus hidup di Panti Asuhan telah mengajariku untuk menjadi orang yang tetap rendah hati tetapi tetap percaya diri setiap saat.

Bila Anda mempunyai cacat, yakinlah bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk Anda. Bila Anda miskin, yakinlah Tuhan akan selalu menjaga Anda. Bila Anda harus tinggal di Panti Asuhan, yakinlah masih banyak orang lain yang kehidupannya jauh lebih buruk dari Anda (bahkan seringkali hidup di PAnti Asuhan adalah jauh lebih baik keadaannya dari pada hidup di rumah sendiri / masyarakat).

Yang paling penting, GALILAH BAKAT DAN TALENTA ANDA YANG MASIH TERPENDAM..!! Karena setiap manusia diciptakan-Nya dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

SELAMAT BERJUANG DAN BERSYUKURLAH SENANTIASA DALAM SEGALA PERKARA…!!

Selasa, 13 Januari 2009

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri ReksadanadiIndonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.

Silahkan baca dan dihayati.
**MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT**
- - -Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh...

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun,dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari...ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2"sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak,dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya."Anak2ku.......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian.." sejenak kerongkongannya tersekat, "...kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit?"

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2. Disaat itulah meledak tangis beliau. Tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi dia sakit."

Kisah Pak Suyatno ini kiranya dapat menjadi pelajaran dan renungan bagi kita, apakah kita mampu mencintai dan menyayangi suami / istri kita sepenuh hati, baik dalam suka maupun duka, saat sehat ataupun sakit, saat kaya ataupun miskin? Karena cinta sejati timbul dalam hati, untuk kita bawa sampai mati, bukan hanya dari mata jatuh ke hati..

Rabu, 07 Januari 2009

10 tips bekerja sebagai karyawan

Kamu adalah garam dunia, Kamu adalah terang dunia. Matius 5 : 13-14
Prinsip diatas adalah prinsip kerja yang sifatnya WAJIB ! yaitu sebagai TELADAN ! Entah kalian bekerja sebagai karyawan, buruh, atau apapun juga, simaklah beberapa tips dalam bekerja yang diajarkan konsultan & penasehat pribadi saya, Roh Kudus;

1. Cintai Tuhanmu jika ingin berhasil! jangan uang / penghasilan yang kau cintai! Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Pengkotbah 5:10

2. Taat kepada pimpinan kita. Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus. Efesus 6:5

3. Jangan munafik dan jangan jadi penjilat. Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Efesus 6:6

4. Setia pada perkara kecil. ( ingat, promosi itu datangnya dari Tuhan ) jika ingin naik pangkat ! engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.. Matius 25;21

5. Jangan punya mental tukang kas bon yang suka berhutang!, ubah prinsip keuanganmu. Ingat satu hal, tidak ada bos yang suka terhadap karyawan yang selalu kas bon !"Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." Lukas 3:14 …Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga. Roma 13:8

6. Bayarlah pajakmu! entah itu pajak penghasilan, pajak bumi bangunan dll ( asal jangan memanipulasi pajak, supaya berkatmu tidak terhalang ) "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Matius 22;21

7. Gunakan fasilitas kantor sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab ( contoh : menggunakan telepon tidak berlebihan) Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?. Lukas 16:12

8. Sukacita! buat apa kalau uang banyak, posisi tinggi tapi tidak bisa menikmati hidup dengan sukacita? Ingatlah hanya orang mati yang tidak bisa tersenyum! Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Amsal 17:22

9. Bersyukur, apapun yang terjadi! baik itu dipecat, difitnah atau hal yang tidak enak, sekalipun menimpa kita! Dan bersyukurlah. Kolose 3:15 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan... Roma 8:28

10. Setia pada perusahaan! Jangan lakukan bisnis in bisnis yang merugikan perusahaan / melakukan pekerjaan yang membuat hatimu bercabang! Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.. Matius 6:24

Aktifitas kerjamu, mulailah dengan doa. Kuasa Roh Kudus akan memampukan engkau melakukannya, sehingga nama Tuhan akan ditinggikan!

Kepuasan Hati Pemimpin Sejati

Bilangan 27: 12-23 : TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah ke gunung Abarim ini, dan pandanglah negeri yang Kuberikan kepada orang Israel . Sesudah engkau memandangnya, maka engkaupun juga akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, abangmu, dahulu. Karena pada waktu pembantahan umat itu di padang gurun Zin, kamu berdua telah memberontak terhadap titah-Ku untuk menyatakan kekudusan-Ku di depan mata mereka dengan air itu." Itulah mata air Meriba dekat Kadesh di padang gurun Zin. Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala." Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya, suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia. Ia harus berdiri di depan imam Eleazar, supaya Eleazar menanyakan keputusan Urim bagi dia di hadapan TUHAN; atas titahnya mereka akan keluar dan atas titahnya mereka akan masuk, ia beserta semua orang Israel, segenap umat itu." Maka Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya. Ia memanggil Yosua dan menyuruh dia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat itu, lalu ia meletakkan tangannya atas Yosua dan memberikan kepadanya perintahnya, seperti yang difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.

Ulangan 34: 7-9 : Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Setiap orang yang bisa mempengaruhi orang lain adalah pemimpin. Pemimpin bukan sekedar jabatan, tapi lebih mengarah kepada pengaruh yang diberikan oleh seseorang. Seseorang mencapai level kepemimpinan yang lebih tinggi jika semakin hari ia bisa mempengaruhi bawahannya untuk memiliki kinerja yang lebih baik, disiplin, meningkatkan keuntungan yang progresif, bermoral tinggi, merasa nyaman bekerja tanpa tekanan yang keras.
Hal ini diteguhkan oleh Fred Smith, Kepemimpinan adalah membuat orang lain bekerja untuk Anda ketika mereka tidak diwajibkan.” Biasanya pemimpin yang memiliki pengikut yang bertanggung jawab seperti ini adalah pemimpin yang berorientasi pada pengembangan orang-orang yang mengikutinya, bukan sekedar memanfaatkan, mengeruk kemampuan, keuntungan, waktu atau tenaga para pengikutnya saja. Bukankah hal yang luar biasa jika kita mampu membuat orang senang mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya tanpa harus diperintah atau dikontrol dengan ketat?

Seseorang menjadi pemimpin yang hebat bukan karena kekuasaannya, tetapi karena kemampuannya dalam memberdayakan orang-orang yang dipimpinnya. Mengapa seorang pemimpin mau memotivaasi bahkan mendukung beberapa orang bawahannya untuk mengikuti pelatihan yang bisa membuat orang-orang kuncinya mandiri, dan mungkin dalam waktu yang tidak lama tidak lagi bekerja secara purna waktu dibawah kepemimpinannya?
Pemimpin yang baik tahu bahwa manusia adalah aset yang paling berharga. Artinya, si pemimpin mengerti siapa orang yang dapat dipercaya dan harus diberdayakan sehingga akan memberikan hasil yang lebih baik saat diberi kesempatan yang lebih besar. Karena itu pemimpin yang baik selalu berorientasi pada pengembangan diri dan kemajuan bawahannya, sehingga tidak akan merasa takut atau rugi jika bawahannya semakin hari semakin mandiri.

Sukses tanpa penerus adalah kegagalan, karena itu kita harus belajar dari para pemimpin besar seperti Musa, Daud, Tuhan Yesus dan Paulus. Sebagai pemimpin besar Musa melatih Yosua dan Kaleb agar siap menggantikannya untuk menjadi pemimpin masa depan Israel . Raja besar seperti Daud mempersiapkan Salomo sebagai penerusnya, sehingga kejayaan Salomo melebihi kejayaan Daud. Pemimpin berhati pelayan seperti Tuhan Yesus bersedia memberdayakan kedua belas muridNya untuk menjangkau dunia bagi Kerajaan Allah. Pemimpin sepopuler Paulus mau merekrut orang tak berpengalaman seperti Timotius, Titus, Tikhikus dan Markus, kemudian menjadikan mereka pemimpin yang berpengaruh.

Bukankah sangat menyenangkan saat melihat orang berubah dan berhasil? Sentuhlan hidup banyak orang dengan mempengaruhi dan mengangkat mereka ke level yang lebih tinggi, maka itu terasa sangat menyenangkan. Kita akan mencapai kepuasan hati yang tak ternilai.

DOA: Tuhan, mampukan aku untuk mempengaruhi dan memberdayakan orang-orang yang mau bekerja keras menuju puncak sukses. Oleh Nama Tuhan Yesus mampukanlah aku. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Sikap pemberdaya adalah benih yang baik dan pengikut yang loyal adalah aset terbesar bagi seorang pemimpin.
Manna Sorgawi – December 23, 2007

Jumat, 02 Januari 2009

THE POWER of HOPE

Ya Tuhan, ajarlah kami menghitung hari2 kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana - Prophet Moses
- - - - -
Renungan yang diambil dari buku THE POWER of HOPE Paulus Winarto


Saya teringat kisah saat saya berbincang-bincang dengan salah seorang pengusaha kaya raya di negeri ini. Ketika perbincangan sudah sampai ke tahap "dari hati ke hati", saya beranikan diri untuk bertanya hal yang lebih pribadi. "Pak, mohon maaf, kalau saya boleh tahu adakah hal yang masih ingin Bapak wujudkan dalam hidup ini?"

Sambil tersenyum ia berkata, "Beberapa tahun ke depan saya akan mulai menyerahkan sebagian kepemimpinan perusahaan kepada anak-anak saya dan para professional. Setelah itu, saya akan pensiun, menikmati hidup, dan lebih aktif dalam kegiatan sosial. Selain itu, saya kepengen bisa travelling kekota-kota kecil. Kan orang dikota kecil lebih ramah, lebih baik, dan jauh dari stress"

Ketika perbincangan semakin dalam, saya beranikan diri saya juga untuk bertanya tentang apakah ada penyesalan dalam hidupnya. Sejenak ia terdiam lalu dengan mata berkaca-kaca ia berujar, "Ada satu hal yang sangat saya sesali sampai hari ini, yaitu saya belum sempat membawa ibu saya jalan-jalan kenegeri China. Itu adalah impian ibu saya dan sebagai anak yang telah mapan secara ekonomi saya pengen sekali bisa membahagiakan ibu dengan mewujudkan impiannya itu. Tahun demi tahun berlalu dan sesungguhnya saya punya dana serta kesempatan untuk melakukan itu. Hanya saja, waktu itu saya menyepelekan rencana ini. Saya pikir, nanti saja kalau kerjaan saya sudah beres. Ternyata saya terlalu asyik bekerja sehingga ibu saya keburu dipanggil pulang Yang Mahakuasa "

Dari kisah sederhana ini, kita juga boleh belajar satu hal penting. Memang benar, tip untuk menjadi lebih berbahagia adalah dengan menganggap hari ini adalah hari terakhir hidup kita didunia. Namun, disisi lain, saya kira juga benar bahwa dengan menganggap hari ini sebagai hari terakhir, kita punya kesempatan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang-orang yang dekat dihati kita.

Beberapa jam yg lalu sebelum saya menulis artikel ini putri kami, Priscilla , tampak gelisah. Ini biasa ia alami menjelang jam tidur. Ia bolak balik dikasur. Ketika saya beranjak keluar dari kamarnya, ia menangis. Rupanya ia meminta saya me-nina bobo- kannya. Saya dan istri kemudian memainkan peranan itu. Kami sama-sama mem-pok-pok ( menepuk-nepuk secara lembut punggungnya) dan ia pun tertidur lelap. Sungguh sukacita besar bagi kami, orangtua , melihat anak kami bisa tidur nyenyak. Memandang dadanya yang naik turun saat bernapas membuat kami terkadang sangat terharu sekaligus sukacita. Benar kata seorang sahabat yang kebetulan seorang pastor, "Tujuan pernikahan adalah kebahagian dan Tuhan menyempurnakan itu dengan kehadiran anak " Terimakasih, Tuhan

Tidak ada yang pernah tahu kapan kita akan dipanggil. Tidak ada juga yang tahu kapan orang-orang yang kita kasihi akan dipanggil. Seorang sahabat yang juga pengusaha pernah berkomentar, "Setiap hari kita diberi kesempatan untuk mengasihi dan juga dikasihi. Itu satu paket! Pada saat kita mengasihi, kita pun dikasihi. Terkadang karena rutinitas dan kesibukan sendiri, kita jadi lupa sehingga menganggap semuanya biasa biasa saja."

Memang , kadang kita baru betul-betul merasa kehilangan ketika semuanya itu telah pergi untuk selamanya. Seorang bijak pernah berkata," Salah satu cara terbaik menunjukkan kasih kita kepada mereka yang telah tiada adalah dengan mengasihi orang2 yang masih hidup, khususnya orang-orang yang dekat dihati kita." Sebuah nasihat yang amat berharga !

Jadi, selagi masih ada kesempatan, lakukanlah yang terbaik dan jadilah diri kita yang terbaik karena kita tidak pernah tahu kapan hari itu akan tiba. Kasihilah orang-orang yang paling dekat dihati kita seolah-olah hari ini adalah hari terakhir, entah bagi kita atau bagi mereka. Toh, tidak ada salahnya menganggap ini adalah hari terakhir jika kita bisa memperoleh banyak manfaat positif darinya.

HAPPY NEW YEAR 1 JANUARI 2009
Jesus Bless you all