Selasa, 13 Januari 2009
MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???
Silahkan baca dan dihayati.
**MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT**
- - -Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh...
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.
Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun,dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari...ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2"sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak,dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya."Anak2ku.......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian.." sejenak kerongkongannya tersekat, "...kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit?"
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2. Disaat itulah meledak tangis beliau. Tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.
Disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi dia sakit."
Kisah Pak Suyatno ini kiranya dapat menjadi pelajaran dan renungan bagi kita, apakah kita mampu mencintai dan menyayangi suami / istri kita sepenuh hati, baik dalam suka maupun duka, saat sehat ataupun sakit, saat kaya ataupun miskin? Karena cinta sejati timbul dalam hati, untuk kita bawa sampai mati, bukan hanya dari mata jatuh ke hati..
Rabu, 07 Januari 2009
10 tips bekerja sebagai karyawan
Kamu adalah garam dunia, Kamu adalah terang dunia. Matius 5 : 13-14
Prinsip diatas adalah prinsip kerja yang sifatnya WAJIB ! yaitu sebagai TELADAN ! Entah kalian bekerja sebagai karyawan, buruh, atau apapun juga, simaklah beberapa tips dalam bekerja yang diajarkan konsultan & penasehat pribadi saya, Roh Kudus;
1. Cintai Tuhanmu jika ingin berhasil! jangan uang / penghasilan yang kau cintai! Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Pengkotbah 5:10
2. Taat kepada pimpinan kita. Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus. Efesus 6:5
3. Jangan munafik dan jangan jadi penjilat. Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Efesus 6:6
4. Setia pada perkara kecil. ( ingat, promosi itu datangnya dari Tuhan ) jika ingin naik pangkat ! engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.. Matius 25;21
5. Jangan punya mental tukang kas bon yang suka berhutang!, ubah prinsip keuanganmu. Ingat satu hal, tidak ada bos yang suka terhadap karyawan yang selalu kas bon !"Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." Lukas 3:14 …Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga. Roma 13:8
6. Bayarlah pajakmu! entah itu pajak penghasilan, pajak bumi bangunan dll ( asal jangan memanipulasi pajak, supaya berkatmu tidak terhalang ) "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Matius 22;21
7. Gunakan fasilitas kantor sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab ( contoh : menggunakan telepon tidak berlebihan) Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?. Lukas 16:12
8. Sukacita! buat apa kalau uang banyak, posisi tinggi tapi tidak bisa menikmati hidup dengan sukacita? Ingatlah hanya orang mati yang tidak bisa tersenyum! Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Amsal 17:22
9. Bersyukur, apapun yang terjadi! baik itu dipecat, difitnah atau hal yang tidak enak, sekalipun menimpa kita! Dan bersyukurlah. Kolose 3:15 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan... Roma 8:28
10. Setia pada perusahaan! Jangan lakukan bisnis in bisnis yang merugikan perusahaan / melakukan pekerjaan yang membuat hatimu bercabang! Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.. Matius 6:24
Aktifitas kerjamu, mulailah dengan doa. Kuasa Roh Kudus akan memampukan engkau melakukannya, sehingga nama Tuhan akan ditinggikan!
Kepuasan Hati Pemimpin Sejati
Ulangan 34: 7-9 : Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
Setiap orang yang bisa mempengaruhi orang lain adalah pemimpin. Pemimpin bukan sekedar jabatan, tapi lebih mengarah kepada pengaruh yang diberikan oleh seseorang. Seseorang mencapai level kepemimpinan yang lebih tinggi jika semakin hari ia bisa mempengaruhi bawahannya untuk memiliki kinerja yang lebih baik, disiplin, meningkatkan keuntungan yang progresif, bermoral tinggi, merasa nyaman bekerja tanpa tekanan yang keras.
Seseorang menjadi pemimpin yang hebat bukan karena kekuasaannya, tetapi karena kemampuannya dalam memberdayakan orang-orang yang dipimpinnya. Mengapa seorang pemimpin mau memotivaasi bahkan mendukung beberapa orang bawahannya untuk mengikuti pelatihan yang bisa membuat orang-orang kuncinya mandiri, dan mungkin dalam waktu yang tidak lama tidak lagi bekerja secara purna waktu dibawah kepemimpinannya?
Sukses tanpa penerus adalah kegagalan, karena itu kita harus belajar dari para pemimpin besar seperti Musa, Daud, Tuhan Yesus dan Paulus. Sebagai pemimpin besar Musa melatih Yosua dan Kaleb agar siap menggantikannya untuk menjadi pemimpin masa depan Israel . Raja besar seperti Daud mempersiapkan Salomo sebagai penerusnya, sehingga kejayaan Salomo melebihi kejayaan Daud. Pemimpin berhati pelayan seperti Tuhan Yesus bersedia memberdayakan kedua belas muridNya untuk menjangkau dunia bagi Kerajaan Allah. Pemimpin sepopuler Paulus mau merekrut orang tak berpengalaman seperti Timotius, Titus, Tikhikus dan Markus, kemudian menjadikan mereka pemimpin yang berpengaruh.
Bukankah sangat menyenangkan saat melihat orang berubah dan berhasil? Sentuhlan hidup banyak orang dengan mempengaruhi dan mengangkat mereka ke level yang lebih tinggi, maka itu terasa sangat menyenangkan. Kita akan mencapai kepuasan hati yang tak ternilai.
DOA: Tuhan, mampukan aku untuk mempengaruhi dan memberdayakan orang-orang yang mau bekerja keras menuju puncak sukses. Oleh Nama Tuhan Yesus mampukanlah aku. Amin.
KATA-KATA BIJAK: Sikap pemberdaya adalah benih yang baik dan pengikut yang loyal adalah aset terbesar bagi seorang pemimpin.
Jumat, 02 Januari 2009
THE POWER of HOPE
- - - - -
Renungan yang diambil dari buku THE POWER of HOPE Paulus Winarto
Saya teringat kisah saat saya berbincang-bincang dengan salah seorang pengusaha kaya raya di negeri ini. Ketika perbincangan sudah sampai ke tahap "dari hati ke hati", saya beranikan diri untuk bertanya hal yang lebih pribadi. "Pak, mohon maaf, kalau saya boleh tahu adakah hal yang masih ingin Bapak wujudkan dalam hidup ini?"
Sambil tersenyum ia berkata, "Beberapa tahun ke depan saya akan mulai menyerahkan sebagian kepemimpinan perusahaan kepada anak-anak saya dan para professional. Setelah itu, saya akan pensiun, menikmati hidup, dan lebih aktif dalam kegiatan sosial. Selain itu, saya kepengen bisa travelling kekota-kota kecil. Kan orang dikota kecil lebih ramah, lebih baik, dan jauh dari stress"
Ketika perbincangan semakin dalam, saya beranikan diri saya juga untuk bertanya tentang apakah ada penyesalan dalam hidupnya. Sejenak ia terdiam lalu dengan mata berkaca-kaca ia berujar, "Ada satu hal yang sangat saya sesali sampai hari ini, yaitu saya belum sempat membawa ibu saya jalan-jalan kenegeri China. Itu adalah impian ibu saya dan sebagai anak yang telah mapan secara ekonomi saya pengen sekali bisa membahagiakan ibu dengan mewujudkan impiannya itu. Tahun demi tahun berlalu dan sesungguhnya saya punya dana serta kesempatan untuk melakukan itu. Hanya saja, waktu itu saya menyepelekan rencana ini. Saya pikir, nanti saja kalau kerjaan saya sudah beres. Ternyata saya terlalu asyik bekerja sehingga ibu saya keburu dipanggil pulang Yang Mahakuasa "
Dari kisah sederhana ini, kita juga boleh belajar satu hal penting. Memang benar, tip untuk menjadi lebih berbahagia adalah dengan menganggap hari ini adalah hari terakhir hidup kita didunia. Namun, disisi lain, saya kira juga benar bahwa dengan menganggap hari ini sebagai hari terakhir, kita punya kesempatan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang-orang yang dekat dihati kita.
Beberapa jam yg lalu sebelum saya menulis artikel ini putri kami, Priscilla , tampak gelisah. Ini biasa ia alami menjelang jam tidur. Ia bolak balik dikasur. Ketika saya beranjak keluar dari kamarnya, ia menangis. Rupanya ia meminta saya me-nina bobo- kannya. Saya dan istri kemudian memainkan peranan itu. Kami sama-sama mem-pok-pok ( menepuk-nepuk secara lembut punggungnya) dan ia pun tertidur lelap. Sungguh sukacita besar bagi kami, orangtua , melihat anak kami bisa tidur nyenyak. Memandang dadanya yang naik turun saat bernapas membuat kami terkadang sangat terharu sekaligus sukacita. Benar kata seorang sahabat yang kebetulan seorang pastor, "Tujuan pernikahan adalah kebahagian dan Tuhan menyempurnakan itu dengan kehadiran anak " Terimakasih, Tuhan
Tidak ada yang pernah tahu kapan kita akan dipanggil. Tidak ada juga yang tahu kapan orang-orang yang kita kasihi akan dipanggil. Seorang sahabat yang juga pengusaha pernah berkomentar, "Setiap hari kita diberi kesempatan untuk mengasihi dan juga dikasihi. Itu satu paket! Pada saat kita mengasihi, kita pun dikasihi. Terkadang karena rutinitas dan kesibukan sendiri, kita jadi lupa sehingga menganggap semuanya biasa biasa saja."
Memang , kadang kita baru betul-betul merasa kehilangan ketika semuanya itu telah pergi untuk selamanya. Seorang bijak pernah berkata," Salah satu cara terbaik menunjukkan kasih kita kepada mereka yang telah tiada adalah dengan mengasihi orang2 yang masih hidup, khususnya orang-orang yang dekat dihati kita." Sebuah nasihat yang amat berharga !
Jadi, selagi masih ada kesempatan, lakukanlah yang terbaik dan jadilah diri kita yang terbaik karena kita tidak pernah tahu kapan hari itu akan tiba. Kasihilah orang-orang yang paling dekat dihati kita seolah-olah hari ini adalah hari terakhir, entah bagi kita atau bagi mereka. Toh, tidak ada salahnya menganggap ini adalah hari terakhir jika kita bisa memperoleh banyak manfaat positif darinya.
HAPPY NEW YEAR 1 JANUARI 2009
Jesus Bless you all